Ini postingan
cerita pertamaku, ini dibuat beberapa tahun yang lalu. Maaf jika cara penulisan
dan penyusunan kata-katanya masih berantakan.
SUICIDE
James
Gustav, berdarah Inggris-Prancis,anak tunggal, dia lahir di Inggris tahun 1902,
seorang pria yang beruntung, dia memiliki harta warisan yang cukup untuk
membuatnya hidup tanpa bekerja keras hingga akhir hayatnya, perusahaan
–perusahaan yang ditinggalkan oleh orang tuanya membuat hidupnya dalam
kemewahan tanpa takut kehabisan uang, dia memiliki hobi berkeliling dunia,
tentu itu sangat memungkinkan baginya, dia mengunjungi setiap negara hanya
untuk membaca, mencari tahu tentang sesuatu hal yang kebanyakan orang
menganggapnya hanya sebuah karya fiksi, tidak nyata, sebatas angan dan
imajinasi liar yang tak pernah terrelisasikan di kehidupan nyata, tak pernah
ada bukti yang menunjukan bahwa keberadaanya adalah nyata, namun tak sedikit
orang yang rela menghabiskan seluruh harta dan waktunya untuk mencari tahu
tantang kebenarannya, Alchemy.
Entah sejak kapan James mulai tertarik pada
alchemy, hingga dia rela menghabiskan banyak uang dan waktu hanya untuk mencari
petunjuk yang bisa memberinya titik terang tentang bidang alchemy. Bahkan tak
hanya buku-buku berbau alchemy yang dia
incar, dia pun melacak keberadaan orang-orang yang dianggap telah menguasai
bidang alchemy atau disebut alchemist, namun tak jarang yang dia temui hanyalah
para pembohong, penipu, dan sisanya hanyalah ilmuwan gila.
David Frank
adalah sahabat James,usia David 15 tahun lebih muda dari James, James
selalu mengajak David berkeliling dunia untuk berburu hal-hal yang berbau
alchemy, wlaupun David termasuk orang yang tidak tertarik pada alchemy, bahkan
dia menganggap bahwa alchemy hanyalah dongeng yang tak pernah nyata, walu begitu mereka tak pernah memperdebatkan
perbedaan keyakinan mereka terhadap alchemy, David yang terlahir dari keluarga
yang sangat sederhana tentu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan berkeliling
dunia dengan menentang keyakinan sahabatnya itu, bahkan David sering menemani
James saat melakukan eksperimen ala alchemist yang hanya mengandalkan buku
petunjuk yang dia beli setiap negara yang dia kunjungi, yang tentu saja hasil
akhir dari eksperimen itu adalah kegagalan dan sia-sia.
Suatu pagi dipinggiran salah satu kota di Inggris ,
seseorang berjalan sambil memegang koran bertanggalkan 2 Ocktober 1942, orang
itu berjalan sedikit tergesa-gesa menuju pemukiman di pinggiran kota, hingga di
sampai di depan sebuah rumah sederhana,
tok tok tok!!! “David
apa kau ada di rumah?”
Tak lama kemudian
seseorang membukakan pintu, terlihat seorang gadis yang langsung menyapa sang
tamu
“oh, James”.
“Selamat pagi Linda, apa
David ada di rumah?” Sapa James pada gadis yang bernama Linda, dia kakak tertua
dari David.
“ya, dia ada, masuklah,
dia ada dikamarnya” Linda mempersilahkan James untuk masuk.
James yang tak jarang
berkunjung kerumah sahabatnya sudah tak merasa canggung, setelah menyapa
beberapa anggota keluarga dirumah itu, James menuju lantai dua dimana kamar
David Berada.
Dia langsung menuju
tempat tidur David dan duduk di tepian tempat tidur.
“lihat David, di Prancis
terdapat perpustakaan yang besar, aku ingin kesana, apa kau mau menemniku?”
James terlihat kegirangan.
“bukankah kau tak pernah
memberiku pilihan untuk tidak ikut menemanimu?”
“hahaha... kau sahabatku,
kaulah yang akan petrama melihat keberhasilanku” Jawab James dengan wajah
gembira,
“baiklah kita berangkat
besok pagi, aku sudah memesan tiketnya” James menunjukan dua buah tiket
penerbangan.
“ya ampun, kau selalu
tergesa-gesa bila menyangkut alchemy” ucap David
“hahaha.. kau sudah tau
kan? Lagipula penerbangan berikutnya harus menunggu 2 minggu, aku tak bisa
menunggu selama itu” ucap James sambil tertawa.
“ bailklah persiapkanlah
segalanya,aku akan pulang dan mempersiapkan semuanya” James pun segera
beranjak, “o iya, ini gajimu” James memberikan amplop berisi uang pada David.
“bukannya kau sudah
memberiku gaji minggu kemarin?” David mencoba menolak pemberian itu, walau
sebenarnya setiap kali James mengajak David untuk menemaninya ke luar Negeri,
dia selalu memberi David uang sebelumnya, tujuannya uang itu adalah untuk
keluarga David, namun James mengistilahkan itu sebagai gaji agar tidak
menyinggung perasaan David.
“hei sudahlah, walau
bagaimanapun kau adalah karyawan perusahaanku, jadi aku harus membayar lebih
jika mengajakmu kerja luar lapangan” James memaksakan pemberiannya, dan seperti
biasanya David tak mampu menolak.
Keesokan
harinya tepatnya tanggal 3 Oktober 1942, mereka berdua sudah berada dalam
pesawat, mereka duduk bersebelahan. James memesankan tiket kursi VIP untuk
mereka berdua.
“Jems, seharusnya kau tak
perlu memberiku uang tambahan atas semua ini,uang yang kau berikan kemaren
terlalu banyak” David mulai membuka pembicaraan, dia mulai merasa tidak enak
oleh kebaikan James.
“apa kau mulai merasa
bosan menemaniku?” Tanya James.
“tidak, bukan begitu,
justru aku merasa beruntung bisa berkeliling dunia, tapi masalahnya kau terlalu
baik padaku, aku tak tahu harus dengan apa membalas semua kebaikanmu”,
“heh, kau bersedia
menemaniku kemanapun aku pergi sudah lebih dari sekedar balas jasa bagiku”,
“lihat David, sepertinya alamat perpustakaan itu dekat dengan bandara, jadi
kita bisa langsung kesana ketika sudah sampai nanti” James mencoba mencairkn
suasana dengan mengalihkan pembicaraan.
Beberapa jam berlalu, merekapu
sampai di salah satu bandara di Prancis, tak menyianyiakan waktu James dan
David segera meluncur menuju alamat dimana perpustakaan tersebut berada, tak
butuh waktu lama merekapun sudah berada di depan sebuah bangunan megah, sebuah
bangunan yang sangat berlebihan jika difungsikan hanya sebagai perpustakaan.
“megah sekali, apa benar ini
perpustakaannya?” David setengah tak percaya melihat bangunan itu adalah
perpustakaan yang mereka cari, ya memang tak ada gambar bangunan perpustakaan
itu dalam koran yang menjadi acuan mereka.
“ini benar, alamatnya sesuai
dengan yang tertera dalam koran ini” James kembali memeriksa alamat yang
tertera dalam korannya,
“ayo, kita masuk, agar lebih
pasti” James langsung mengajak David untuk segera masuk.
“luar biasa, spertinya ini
perpustakaan terbesar yang pernah aku kunjungi” James terpukau melihat deretan
rak buku yang diisi mungkin hingga jutaan buku yang tertata dan terawat rapih.
James langsung menghampiri penjaga
perpustakaan itu, dia seorang yang sudah berumur dengan rambut yang sudah memutih,
namun terlihat kondisi fisik yang masih sehat.
“selamat siang tuan! apa di
perpustakaan ini ada buku tentang alchemy?”
“Tentu tuan, disebelah sana” si
penjaga menunjukan ke arah susunsn rak yang dibentuk menjadi seperti ruangan di
dalamnya terdapat 5 baris rak yang membentuk 6 lorong.
James pun segera melangkah
kearah yang sudah ditunjukan, di ikuti David yang masih mengagumi perpustakaan
itu, James merasa bingung harus memulai dari buku mana dia membaca, terdapat
puluhan ribu buku yang berisi segala sesuatu tentang alchemy,
“David, kau masuk ke lorong sebelah
ujung, beri tahu aku jika kau menemukan buku yang menarik”,David pun segera
menuju lirung paling ujung untuk mencarikan tipe buku yang dimaksud James,
David sudah hapal Buku seperti apa yang bisa menarik perhatian James, walau
hampir semua jenis buku yang berisi tentang alchemy selalu menarik perhatian
James.
Saat James sedang membaca salah
satu buku yang menurutnya paling menarik, si penjaga perpustakaan datang ke
lorong dimana James berada,
“maaf tuan, kebetulan hari ini
adalah jadwal untuk membersihkan lorong ini” Si penjaga membawa sebuah
kemonceng di tangannya.
“silakan, justru aku senang jika
anda merawat buku-buku berharga seperti ini” jawab James walau matanya terus
tertuju pada buku di tangannya.
“ada tempat untuk membaca disana,
anda bisa membaca dengan tenang dan nyaman disana” si penjaga menawarkan tempat
membaca pada James.
“oh terimakasih tapi sepertinya
aku masih kebingungan memilih buku untuk ku baca!”
“maaf tuan,apakah buku-bukunya
tidak menarik?” tanya si penjaga.
“tentiu tidak, samasekali tidak,
justru karena semua buku disini sangat bagus, jadi aku binging harus memulai”
James jadi merasa tidak enak, “sudah berapa lama anda menjadi penjaga disini?”
James mulai menggunakan jurus pengalihannya.
“oh sekitar 25 tahun yang lalu,
sejak aku membelinya dari pemilik sebelumnya”,
James sedikit terkejut “anda
pemiliknya?”, James sama sekali tidak menduga bahwa orang itu adalah pemilik
perpustakaan besar ini,” kenapa tidak terpikirkan olehku untuk membuat
perpustakaan besar seperti ini?” gumam James dalam hati.
“ya, dulu waktu kubeli hanya ada
sekitar sepuluh ribu buku saja”,Jawab si orang itu.
“apa anda sendiri yang
mengumpulkan semua buku-buku ini?” James semakin penasaran, hingga perhatiannya
teralihkan dari buku alchemy yang paling dia minati.
“ya dulu ketika aku masih sanggup
untuk mengumpulkannya, sekarang tubuhku semakin tua”, walau penampilannya
terlihat tua, tapi tubuhnya masih terlihat tegap dan tidak sesuai dengan
penampilannya, “ oh iya namaku Lex Jugard panggil saja Lex, kalau boleh tau
siapa nama anda?”
“nama ku James Gustav panggil saja
Jems, aku dari Inggris, apakah anda juga tertarik pada alchemy?” tanya James.
“tidak juga” jawab Lex.
“lalu kenapa anda menyediakan
ruangan khusus untuk buku-buku alchemy?”
“tiap tahunnya sangat banyak orang
yang mencari buku-buku tentang alchemy, sehingga ku sediakan tempat khusus
untuk memudahkan mereka” jawab Lex sambil terus membersihkan tiap-tiap buku.
“apakah salah satu dari mereka
adalah alchemis?” James semakin penasaran.
“jika benar mereka ada, informasi
seperti apa yang mereka harapkan dari sebuah buku? Bukankah seorang alchemis
sudah berada dipuncak ilmu pengetahuan?” Lex mencoba menahan tawanya karena
takut menyinggung perasaan James, “ buku-buku yang berada dilorong sebelah,
adalah buku-buku yang ditulis oleh mereka yang mengaku seorang alchemis, namun
pada kenyataannya alih-alih mereka menggunakan Philosopher’s stone untuk
mengubah timah jadi emas yang bisa memperkaya mereka, tapi justru mereka
menulis bualan-bualan tak berarti dalam buku untuk dijual dan menghasilkan uang
bagi mereka, bahkan Elixir of life yang mereka banggakan sama sekali tidak
menghindarkan mereka dari kematian, melihat semua kenyataaan ini sudah cukup
menjadikan alasan bagiku untuk tidak mempercayai segala hal tentang alchemy,
seandainya semua itu memang benar adanya tentu akulah salah satu alchemis,
segala sejarah yang tertulis dalam buku-buku di perpustakaan ini akan abadi,
tetap dikenang dan diketahui oleh ribuan bahkan jutaan genersai selanjutnya,
bukankah itu merupakan wujud dari Elixir Of Life? Dan seburuk-buruknya
peristiwa yang tercatat dalam sejarah tentu akan menjadi pelajaran yang sangat
baik dikemudian hari, sama seperti mengubah Timah menjadi Emas, bukankah itu
perwujudan dari Philosopher’s Stone?”
James hanya bisa terdiam menahan
emosi,
“untuk itulah aku membuat ruangan
khusus untuk buku-buku alchemy, agar orang-orang yang memiliki ambisi besar
terhadap alchemy tersadar bahwa mereka sedang dalam ruangan dongeng”.
Diatas pintu masuk ruangan itu
tertulis “anda memasuki ruangan dongeng” yang tak tidak diperhatikan James saat
memasuki ruangan itu.
Dilorong ujung, tempat dimana David membantu
James untuk menemukan buku yang dia cari,perhatian David tertuju pada sebuah
buku yang tampilannya paling mencolok diantara himpitan buku lainnya, dia
mengambil buku itu dan mulai membuka lembar demi lembar buku itu, secara
keseluruhan cara penyajian dalam buku itu sangat berbeda dari buku-buku yang
pernah dia lihat, hingga akhirnya sampailah pada satu halaman buku itu yang
membuat mata David terbelalak,
“ini tidak mungkin, James harus
segera melihatnya” David segera berlari menuju tempat James berada,
“Jems,...” mulut dan gerakan David
terhenti, buku yang ingin ditunjukan pada James pun terjatuh, dia melihat tubuh
James sudah tersungkur bersimbah darah, yang lebih mengagetkan adalah sosok
yang berdiri di dekat tubuh James, tak lain adalah orang yang dia kenal sebagai
si penjaga perpustakaan,dia sedang menodongkan senjata api berperedam ke arah
tubuh James.
David benar-benar tak dapat
menggerakkan mulut dan tubuhnya, dia hanya bisa memandangi wajah si penjaga
perpustakaan, namun perlahan tubuh si penjaga perpustakaan mulai memudar,
perlahan tubuh bagian bawahnya menghilang dari pandangan David.
Dia tersenyum kearah David,
“senang bisa melihatmu lagi David Frank, selamat tinggal sobat!” itulah kata
terakhir yang diucapkannya sebelum dia menghilang, diikuti oleh menghilangnya
juga buku yang ingin David tunjukan kepada James.
Buku itu berjudul “PENYESALAN
ALCHEMIS” yang ditulis di Swiss, pada tahun 2015 oleh Prof. Dr. James Gustav.
Dan terdapat foto si penjaga perpustakaan di atasnya.
-TAMAT-