Kamis, 14 Maret 2019


Ini postingan cerita pertamaku, ini dibuat beberapa tahun yang lalu. Maaf jika cara penulisan dan penyusunan kata-katanya masih berantakan.



SUICIDE



James Gustav, berdarah Inggris-Prancis,anak tunggal, dia lahir di Inggris tahun 1902, seorang pria yang beruntung, dia memiliki harta warisan yang cukup untuk membuatnya hidup tanpa bekerja keras hingga akhir hayatnya, perusahaan –perusahaan yang ditinggalkan oleh orang tuanya membuat hidupnya dalam kemewahan tanpa takut kehabisan uang, dia memiliki hobi berkeliling dunia, tentu itu sangat memungkinkan baginya, dia mengunjungi setiap negara hanya untuk membaca, mencari tahu tentang sesuatu hal yang kebanyakan orang menganggapnya hanya sebuah karya fiksi, tidak nyata, sebatas angan dan imajinasi liar yang tak pernah terrelisasikan di kehidupan nyata, tak pernah ada bukti yang menunjukan bahwa keberadaanya adalah nyata, namun tak sedikit orang yang rela menghabiskan seluruh harta dan waktunya untuk mencari tahu tantang kebenarannya, Alchemy.

 Entah sejak kapan James mulai tertarik pada alchemy, hingga dia rela menghabiskan banyak uang dan waktu hanya untuk mencari petunjuk yang bisa memberinya titik terang tentang bidang alchemy. Bahkan tak hanya buku-buku berbau alchemy  yang dia incar, dia pun melacak keberadaan orang-orang yang dianggap telah menguasai bidang alchemy atau disebut alchemist, namun tak jarang yang dia temui hanyalah para pembohong, penipu, dan sisanya hanyalah ilmuwan gila.

                David Frank  adalah sahabat James,usia David 15 tahun lebih muda dari James, James selalu mengajak David berkeliling dunia untuk berburu hal-hal yang berbau alchemy, wlaupun David termasuk orang yang tidak tertarik pada alchemy, bahkan dia menganggap bahwa alchemy hanyalah dongeng yang tak pernah nyata,  walu begitu mereka tak pernah memperdebatkan perbedaan keyakinan mereka terhadap alchemy, David yang terlahir dari keluarga yang sangat sederhana tentu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan berkeliling dunia dengan menentang keyakinan sahabatnya itu, bahkan David sering menemani James saat melakukan eksperimen ala alchemist yang hanya mengandalkan buku petunjuk yang dia beli setiap negara yang dia kunjungi, yang tentu saja hasil akhir dari eksperimen itu adalah kegagalan dan sia-sia.

                Suatu pagi dipinggiran salah satu kota di Inggris , seseorang berjalan sambil memegang koran bertanggalkan 2 Ocktober 1942, orang itu berjalan sedikit tergesa-gesa menuju pemukiman di pinggiran kota, hingga di sampai di depan sebuah rumah sederhana,

tok tok tok!!!   “David apa kau ada di rumah?”

Tak lama kemudian seseorang membukakan pintu, terlihat seorang gadis yang langsung menyapa sang tamu

“oh, James”.

“Selamat pagi Linda, apa David ada di rumah?” Sapa James pada gadis yang bernama Linda, dia kakak tertua dari David.

“ya, dia ada, masuklah, dia ada dikamarnya” Linda mempersilahkan James untuk masuk.

James yang tak jarang berkunjung kerumah sahabatnya sudah tak merasa canggung, setelah menyapa beberapa anggota keluarga dirumah itu, James menuju lantai dua dimana kamar David Berada.

Dia langsung menuju tempat tidur David dan duduk di tepian tempat tidur.
“lihat David, di Prancis terdapat perpustakaan yang besar, aku ingin kesana, apa kau mau menemniku?” James terlihat kegirangan.

“bukankah kau tak pernah memberiku pilihan untuk tidak ikut menemanimu?”

“hahaha... kau sahabatku, kaulah yang akan petrama melihat keberhasilanku” Jawab James dengan wajah gembira,

“baiklah kita berangkat besok pagi, aku sudah memesan tiketnya” James menunjukan dua buah tiket penerbangan.

“ya ampun, kau selalu tergesa-gesa bila menyangkut alchemy” ucap David

“hahaha.. kau sudah tau kan? Lagipula penerbangan berikutnya harus menunggu 2 minggu, aku tak bisa menunggu selama itu” ucap James sambil tertawa.

“ bailklah persiapkanlah segalanya,aku akan pulang dan mempersiapkan semuanya” James pun segera beranjak, “o iya, ini gajimu” James memberikan amplop berisi uang pada David.

“bukannya kau sudah memberiku gaji minggu kemarin?” David mencoba menolak pemberian itu, walau sebenarnya setiap kali James mengajak David untuk menemaninya ke luar Negeri, dia selalu memberi David uang sebelumnya, tujuannya uang itu adalah untuk keluarga David, namun James mengistilahkan itu sebagai gaji agar tidak menyinggung perasaan David.

“hei sudahlah, walau bagaimanapun kau adalah karyawan perusahaanku, jadi aku harus membayar lebih jika mengajakmu kerja luar lapangan” James memaksakan pemberiannya, dan seperti biasanya David tak mampu menolak.

Keesokan harinya tepatnya tanggal 3 Oktober 1942, mereka berdua sudah berada dalam pesawat, mereka duduk bersebelahan. James memesankan tiket kursi VIP untuk mereka berdua.

“Jems, seharusnya kau tak perlu memberiku uang tambahan atas semua ini,uang yang kau berikan kemaren terlalu banyak” David mulai membuka pembicaraan, dia mulai merasa tidak enak oleh kebaikan James.
“apa kau mulai merasa bosan menemaniku?” Tanya James.

“tidak, bukan begitu, justru aku merasa beruntung bisa berkeliling dunia, tapi masalahnya kau terlalu baik padaku, aku tak tahu harus dengan apa membalas semua kebaikanmu”,

“heh, kau bersedia menemaniku kemanapun aku pergi sudah lebih dari sekedar balas jasa bagiku”, “lihat David, sepertinya alamat perpustakaan itu dekat dengan bandara, jadi kita bisa langsung kesana ketika sudah sampai nanti” James mencoba mencairkn suasana dengan mengalihkan pembicaraan.

               Beberapa jam berlalu, merekapu sampai di salah satu bandara di Prancis, tak menyianyiakan waktu James dan David segera meluncur menuju alamat dimana perpustakaan tersebut berada, tak butuh waktu lama merekapun sudah berada di depan sebuah bangunan megah, sebuah bangunan yang sangat berlebihan jika difungsikan hanya sebagai perpustakaan.

“megah sekali, apa benar ini perpustakaannya?” David setengah tak percaya melihat bangunan itu adalah perpustakaan yang mereka cari, ya memang tak ada gambar bangunan perpustakaan itu dalam koran yang menjadi acuan mereka.

“ini benar, alamatnya sesuai dengan yang tertera dalam koran ini” James kembali memeriksa alamat yang tertera dalam korannya,

“ayo, kita masuk, agar lebih pasti” James langsung mengajak David untuk segera masuk.

“luar biasa, spertinya ini perpustakaan terbesar yang pernah aku kunjungi” James terpukau melihat deretan rak buku yang diisi mungkin hingga jutaan buku yang tertata dan terawat rapih.

James langsung menghampiri penjaga perpustakaan itu, dia seorang yang sudah berumur dengan rambut yang sudah memutih, namun terlihat kondisi fisik yang masih sehat.

“selamat siang tuan! apa di perpustakaan ini ada buku tentang alchemy?”

“Tentu tuan, disebelah sana” si penjaga menunjukan ke arah susunsn rak yang dibentuk menjadi seperti ruangan di dalamnya terdapat 5 baris rak yang membentuk 6 lorong.

               James pun segera melangkah kearah yang sudah ditunjukan, di ikuti David yang masih mengagumi perpustakaan itu, James merasa bingung harus memulai dari buku mana dia membaca, terdapat puluhan ribu buku yang berisi segala sesuatu tentang alchemy,

“David, kau masuk ke lorong sebelah ujung, beri tahu aku jika kau menemukan buku yang menarik”,David pun segera menuju lirung paling ujung untuk mencarikan tipe buku yang dimaksud James, David sudah hapal Buku seperti apa yang bisa menarik perhatian James, walau hampir semua jenis buku yang berisi tentang alchemy selalu menarik perhatian James.

Saat James sedang membaca salah satu buku yang menurutnya paling menarik, si penjaga perpustakaan datang ke lorong dimana James berada,

“maaf tuan, kebetulan hari ini adalah jadwal untuk membersihkan lorong ini” Si penjaga membawa sebuah kemonceng di tangannya.

“silakan, justru aku senang jika anda merawat buku-buku berharga seperti ini” jawab James walau matanya terus tertuju pada buku di tangannya.

“ada tempat untuk membaca disana, anda bisa membaca dengan tenang dan nyaman disana” si penjaga menawarkan tempat membaca pada James.

“oh terimakasih tapi sepertinya aku masih kebingungan memilih buku untuk ku baca!”

“maaf tuan,apakah buku-bukunya tidak menarik?” tanya si penjaga.

“tentiu tidak, samasekali tidak, justru karena semua buku disini sangat bagus, jadi aku binging harus memulai” James jadi merasa tidak enak, “sudah berapa lama anda menjadi penjaga disini?” James mulai menggunakan jurus pengalihannya.

“oh sekitar 25 tahun yang lalu, sejak aku membelinya dari pemilik sebelumnya”,

James sedikit terkejut “anda pemiliknya?”, James sama sekali tidak menduga bahwa orang itu adalah pemilik perpustakaan besar ini,” kenapa tidak terpikirkan olehku untuk membuat perpustakaan besar seperti ini?” gumam James dalam hati.

“ya, dulu waktu kubeli hanya ada sekitar sepuluh ribu buku saja”,Jawab si orang itu.

“apa anda sendiri yang mengumpulkan semua buku-buku ini?” James semakin penasaran, hingga perhatiannya teralihkan dari buku alchemy yang paling dia minati.

“ya dulu ketika aku masih sanggup untuk mengumpulkannya, sekarang tubuhku semakin tua”, walau penampilannya terlihat tua, tapi tubuhnya masih terlihat tegap dan tidak sesuai dengan penampilannya, “ oh iya namaku Lex Jugard panggil saja Lex, kalau boleh tau siapa nama anda?”

“nama ku James Gustav panggil saja Jems, aku dari Inggris, apakah anda juga tertarik pada alchemy?” tanya James.
“tidak juga” jawab Lex.

“lalu kenapa anda menyediakan ruangan khusus untuk buku-buku alchemy?”

“tiap tahunnya sangat banyak orang yang mencari buku-buku tentang alchemy, sehingga ku sediakan tempat khusus untuk memudahkan mereka” jawab Lex sambil terus membersihkan tiap-tiap buku.

“apakah salah satu dari mereka adalah alchemis?” James semakin penasaran.

“jika benar mereka ada, informasi seperti apa yang mereka harapkan dari sebuah buku? Bukankah seorang alchemis sudah berada dipuncak ilmu pengetahuan?” Lex mencoba menahan tawanya karena takut menyinggung perasaan James, “ buku-buku yang berada dilorong sebelah, adalah buku-buku yang ditulis oleh mereka yang mengaku seorang alchemis, namun pada kenyataannya alih-alih mereka menggunakan Philosopher’s stone untuk mengubah timah jadi emas yang bisa memperkaya mereka, tapi justru mereka menulis bualan-bualan tak berarti dalam buku untuk dijual dan menghasilkan uang bagi mereka, bahkan Elixir of life yang mereka banggakan sama sekali tidak menghindarkan mereka dari kematian, melihat semua kenyataaan ini sudah cukup menjadikan alasan bagiku untuk tidak mempercayai segala hal tentang alchemy, seandainya semua itu memang benar adanya tentu akulah salah satu alchemis, segala sejarah yang tertulis dalam buku-buku di perpustakaan ini akan abadi, tetap dikenang dan diketahui oleh ribuan bahkan jutaan genersai selanjutnya, bukankah itu merupakan wujud dari Elixir Of Life? Dan seburuk-buruknya peristiwa yang tercatat dalam sejarah tentu akan menjadi pelajaran yang sangat baik dikemudian hari, sama seperti mengubah Timah menjadi Emas, bukankah itu perwujudan dari Philosopher’s Stone?”
James hanya bisa terdiam menahan emosi,

“untuk itulah aku membuat ruangan khusus untuk buku-buku alchemy, agar orang-orang yang memiliki ambisi besar terhadap alchemy tersadar bahwa mereka sedang dalam ruangan dongeng”.
Diatas pintu masuk ruangan itu tertulis “anda memasuki ruangan dongeng” yang tak tidak diperhatikan James saat memasuki ruangan itu.

 Dilorong ujung, tempat dimana David membantu James untuk menemukan buku yang dia cari,perhatian David tertuju pada sebuah buku yang tampilannya paling mencolok diantara himpitan buku lainnya, dia mengambil buku itu dan mulai membuka lembar demi lembar buku itu, secara keseluruhan cara penyajian dalam buku itu sangat berbeda dari buku-buku yang pernah dia lihat, hingga akhirnya sampailah pada satu halaman buku itu yang membuat mata David terbelalak,

“ini tidak mungkin, James harus segera melihatnya” David segera berlari menuju tempat James berada,

“Jems,...” mulut dan gerakan David terhenti, buku yang ingin ditunjukan pada James pun terjatuh, dia melihat tubuh James sudah tersungkur bersimbah darah, yang lebih mengagetkan adalah sosok yang berdiri di dekat tubuh James, tak lain adalah orang yang dia kenal sebagai si penjaga perpustakaan,dia sedang menodongkan senjata api berperedam ke arah tubuh James.
David benar-benar tak dapat menggerakkan mulut dan tubuhnya, dia hanya bisa memandangi wajah si penjaga perpustakaan, namun perlahan tubuh si penjaga perpustakaan mulai memudar, perlahan tubuh bagian bawahnya menghilang dari pandangan David.

Dia tersenyum kearah David, “senang bisa melihatmu lagi David Frank, selamat tinggal sobat!” itulah kata terakhir yang diucapkannya sebelum dia menghilang, diikuti oleh menghilangnya juga buku yang ingin David tunjukan kepada James.
Buku itu berjudul “PENYESALAN ALCHEMIS” yang ditulis di Swiss, pada tahun 2015 oleh Prof. Dr. James Gustav. Dan terdapat foto si penjaga perpustakaan di atasnya.


-TAMAT-